Kemandirian Pesantren Lewat Bank Sampah, Fokus Bimtek Wizstren di Cilacap


Penulis: Admin Wizstren
09 Feb 2026
Bagikan:
By: Admin Wizstren
09 Feb 2026
14 kali dilihat

Bagikan:

CILACAP — Upaya penguatan peran pesantren dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan terus didorong oleh Wakaf Infak Zakat Sedekah Pesantren (Wizstren). DEN Wizstren Indonesia melakukan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar pada Jumat, 5 Februari 2026, di Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap, yang dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke unit pengelolaan lingkungan berbasis pesantren, Bank Sampah Nusantara Al Ihya.

Bimtek Wizstren dilaksanakan sebagai bagian dari ikhtiar menyusun gerak langkah strategis demi kemajuan pesantren di Indonesia. Forum ini membahas penguatan tata kelola wakaf, infak, zakat, dan sedekah pesantren, kemandirian ekonomi, serta kontribusi pesantren dalam menjawab persoalan sosial dan lingkungan di tengah masyarakat.

Sebagai tindak lanjut konkret dari kegiatan tersebut, Wizstren melakukan kunjungan ke Rumah Inovasi Daur Ulang Bank Sampah Nusantara Al Ihya (RINDU BSNA) yang berlokasi di Pondok Pesantren Al Ihya Ulumaddin, Kesugihan, Kabupaten Cilacap, pada Sabtu, 6 Februari 2026, pukul 13.00 WIB, setelah pelaksanaan salat Jumat.

Rumah Inovasi Daur Ulang Bank Sampah Nusantara Al Ihya merupakan unit usaha sekaligus pemberdayaan lingkungan milik pesantren yang telah berdiri sejak tahun 2013. Keberadaan bank sampah ini menjadi salah satu contoh praktik baik pengelolaan sampah berbasis pesantren yang berkelanjutan. Inisiatif pendiriannya dilakukan oleh tokoh pesantren H. Shoiman Nawawi, M.H., yang saat ini menjabat sebagai Direktur Wizstren Jawa Tengah.

Dalam perjalanannya, Bank Sampah Nusantara Al Ihya terus mengalami perkembangan. Pada tahun 2018–2019, unit ini memperoleh dukungan program sosial dari Bank Indonesia berupa mesin pencacah plastik serta kendaraan angkut roda tiga jenis Viar, yang semakin memperkuat kapasitas operasional pengelolaan sampah di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar.

Pengelolaan sampah di Bank Sampah Nusantara Al Ihya dilakukan secara terpilah. Sampah non-organik dipilah dan dikumpulkan untuk kemudian dijual kembali sehingga memiliki nilai ekonomi dan mampu menambah pemasukan unit pesantren. Sementara itu, sampah organik dimanfaatkan melalui budidaya maggot sebagai metode biokonversi, yang menghasilkan pupuk kasgot untuk kebutuhan pertanian dan penghijauan.

Tidak hanya fokus pada pengelolaan sampah, pesantren juga mengembangkan kreativitas santri dan masyarakat sekitar melalui pengolahan limbah kain menjadi produk kerajinan bernilai guna. Salah satu produk yang dihasilkan adalah pot bunga dari kain bekas, sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif berbasis daur ulang.

Ke depan, Bank Sampah Nusantara Al Ihya merencanakan pengembangan unit daur ulang plastik agar dapat menghasilkan bahan baku maupun produk jadi. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat penerapan konsep ekonomi sirkular di lingkungan pesantren sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru.

Rangkaian kegiatan Wizstren di Kabupaten Cilacap tidak berhenti pada kunjungan ke bank sampah. Wizstren juga melanjutkan agenda dengan kunjungan ke PT Tresno Jamu Indonesia sebagai bagian dari pengenalan praktik kewirausahaan dan penguatan jejaring usaha yang dapat menjadi referensi pengembangan ekonomi pesantren.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Wizstren menegaskan komitmennya untuk mendorong pesantren agar tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pengelolaan dana umat, inovasi ekonomi, dan kepedulian lingkungan yang berkelanjutan.

Penulis: Admin Wizstren
Tags: WIZSTREN Pesantren Wizstren Jawa Tengah Bank Sampah Cilacap

Berita Lainnya

Mitra Yayasan Wizstren