Dorong Kemandirian Pesantren: WIZSTREN Indonesia Gelar Bimtek Di Sulawesi Barat


Penulis: Admin Wizstren
16 Feb 2026
Bagikan:
By: Admin Wizstren
16 Feb 2026
12 kali dilihat

Bagikan:

Pasangkayu, 14 Februari 2026 - WIZSTREN Indonesia menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bersama Dewan Eksekutif Wilayah (DEW) WIZSTREN Sulawesi Barat, Sabtu (14/2/2026), di Pesantren Al-Falah Baras, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Kegiatan ini dihadiri Tim Dewan Eksekutif Nasional (DEN) WIZSTREN Indonesia, jajaran pengurus DEW WIZSTREN Sulawesi Barat, serta pimpinan pesantren setempat.

Ketua HEBITREN Sulawesi Barat yang juga Pengasuh Pesantren Al-Falah Baras, Kiyai As'adullah, S.Pd.I., M.Pd.I., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Bimtek ini bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan dan tata kelola wakaf produktif berbasis pesantren di wilayah Sulawesi Barat.

Direktur Eksekutif Wilayah WIZSTREN Sulawesi Barat, Kyai Malik, S.Pd.I., M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran DEN WIZSTREN Indonesia di Sulawesi Barat. Kyai Malik yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul 'Ulum Dapurang itu berharap, melalui Bimtek tersebut, program-program yang telah direncanakan dapat dijalankan lebih optimal dan terukur.

Sementara itu, Dewan Eksekutif Nasional WIZSTREN Indonesia, Dr. Robert Edy S., menegaskan bahwa prinsip filantropi Islam, termasuk wakaf dan dana abadi, menekankan penjagaan pokok harta serta pengaliran manfaat secara berkelanjutan. Menurutnya, wakaf produktif memerlukan pengelolaan yang profesional agar mampu menjadi pembeda sekaligus penguat keberlanjutan lembaga.

Ia juga mencontohkan praktik lembaga-lembaga global yang berhasil menghimpun dana kecil secara kolektif hingga menjadi dana besar dan berkelanjutan. “Pengelolaan yang profesional dan akuntabel menjadi kunci agar dana umat dapat memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Mewakili Direktur Program dan Dampak Sosial yang berhalangan hadir, disampaikan pula bahwa potensi ekonomi lokal Sulawesi Barat tidak hanya pada sektor pertanian, tetapi juga sektor perikanan. Pesantren didorong untuk mengembangkan pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah, seperti kerupuk ikan, abon ikan, dan olahan lainnya, dengan kemasan dan branding yang menarik guna mendorong kemandirian ekonomi.

Direktur Tata Kelola, Dr. Khalillah, M.Pd., CWC., CPLA., dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya penguatan tata kelola serta kolaborasi antar-lembaga dalam membangun ekosistem wakaf produktif yang profesional dan akuntabel.

Melalui Bimtek ini, WIZSTREN Sulawesi Barat menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem wakaf produktif berbasis pesantren yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Barat. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi pesantren sekaligus memperluas manfaat wakaf bagi umat.

Penulis: Admin Wizstren
Tags: Hebitren WIZSTREN Pesantren

Berita Lainnya

Mitra Yayasan Wizstren