Wizstren Sultra Pimpin Workshop Santripreneurship, MUI, Baznas, dan Forum Pesantren Jadi Mitra Penguatan Usaha Santri


Penulis: Admin Wizstren
21 Dec 2025
Bagikan:
By: Admin Wizstren
21 Dec 2025
173 kali dilihat

Bagikan:

WIZSTRENID, KOLAKA SULAWESI TENGGARA – Wizstren Sulawesi Tenggara (Sultra) memimpin penuh pelaksanaan Workshop Santripreneurship yang digelar di Aula Baznas Kabupaten Kolaka, Jumat, 20 Desember 2025.

Kegiatan ini dilaksanakan Wizstren Sultra dengan kolaborasi Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kolaka, Baznas Kolaka, serta Forum Pondok Pesantren Kabupaten Kolaka sebagai mitra strategis penguatan kemandirian ekonomi pesantren.

Workshop tersebut melibatkan perwakilan pondok pesantren se-Kabupaten Kolaka dan dirancang sebagai program awal pendampingan usaha santri berbasis pesantren yang terstruktur dan berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan laporan Ketua Panitia yang juga Ketua Baznas Kabupaten Kolaka, H. Nur Syamsul, SE., MM., Ak., CA., C.FAS. Ia menegaskan pentingnya sinergi lembaga dalam membekali santri dengan keterampilan ekonomi produktif.

“Santri hari ini harus kita siapkan tidak hanya unggul dalam keilmuan agama, tetapi juga kuat secara ekonomi. Melalui kolaborasi dengan Wizstren Sultra, kami ingin santri memiliki bekal wirausaha yang nyata dan aplikatif,” ujar H. Nur Syamsul.

Sebagai mitra pesantren, Ketua Forum Pondok Pesantren Kabupaten Kolaka, Ustadz Alamsyah, S.Pd.I., M.A., menekankan pentingnya kekompakan antarpesantren agar program kewirausahaan dapat berjalan efektif.

“Keompakan adalah kunci. Jika pesantren bersatu, santri akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, sekaligus mampu berdakwah melalui dunia usaha,” katanya.

Dukungan pemerintah disampaikan melalui Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kolaka, yang diwakili Kepala Seksi Zakat dan Wakaf, Nurasia, S.Ag., sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi peran Wizstren Sultra sebagai motor penggerak ekonomi pesantren.

“Kolaborasi lintas lembaga seperti ini sangat penting untuk mendorong kemandirian ekonomi pesantren agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Kolaka, KH. Muhammad Duwana Said, S.Ag., M.A., dalam arahannya menekankan bahwa wirausaha memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam.

“Rasulullah SAW adalah teladan pedagang yang jujur dan amanah. Berwirausaha adalah sunnah, dan santri harus meneladani nilai-nilai akhlak dalam setiap aktivitas bisnis,” tuturnya.

Memasuki sesi inti, Wizstren Sultra mengambil peran utama sebagai pemateri. Materi pertama bertema Ide Bisnis dan Penyusunan Business Plan dengan Business Model Canvas disampaikan langsung oleh Direktur Wizstren Sulawesi Tenggara, Ustadz Sasliansyah, S.Pi.

Materi kedua dilanjutkan dengan pembahasan Pengembangan Bisnis dan Pemasaran Digital untuk Pemula oleh Ustadz Andi Syamsul Alam, SE., tim Wizstren Sultra, yang membekali santri strategi dasar memasarkan produk pesantren di era digital.

Menutup rangkaian kegiatan, Direktur Wizstren Sulawesi Tenggara menegaskan komitmen pendampingan pasca-workshop.

“Workshop ini bukan kegiatan seremonial. Wizstren Sultra berkomitmen melakukan pendampingan intensif hingga enam bulan ke depan, mulai dari penguatan ide usaha, pendampingan operasional, hingga akses permodalan. Target kami, setiap pesantren di Kolaka memiliki unit usaha santri yang berjalan,” tegas Sasliansyah.

Workshop Santripreneurship ini menjadi langkah awal Wizstren Sulawesi Tenggara dalam membangun ekosistem ekonomi pesantren di Kabupaten Kolaka, dengan dukungan MUI, Baznas, dan Forum Pondok Pesantren sebagai mitra, guna melahirkan santri yang berdaya saing, berakhlak, dan berjiwa entrepreneur.

Penulis: Admin Wizstren
Tags: WIZSTREN Santri Wizstren Sultra Santri Workshop

Berita Lainnya

Mitra Yayasan Wizstren