Lampung Selatan – Dewan Eksekutif Nasional (DEN) Wizstren melakukan kunjungan ke green house budidaya Melon Sultan yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Raudlatul Aulia, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (6/1/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melihat langsung praktik penguatan ekonomi pesantren berbasis produktivitas dan kemandirian.
Green house tersebut berada di bawah pengelolaan Pondok Pesantren Raudlatul Aulia yang dipimpin oleh KH. Hasan Erreza, yang juga menjabat sebagai Ketua HEBITREN Provinsi Lampung. Kehadiran DEN Wizstren disambut sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi ekonomi pesantren yang telah berjalan secara berkelanjutan.
Budidaya Melon Sultan di pesantren ini didukung oleh Bank Indonesia dan dikelola dengan sistem modern serta terstandar. Pola pengelolaan yang diterapkan mengadopsi praktik pertanian dari Belanda, sehingga proses budidaya berlangsung teratur dan berbasis teknologi modern.
Green house Melon Sultan tidak hanya diarahkan sebagai unit usaha pesantren, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat sekitar. Melalui pendekatan pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, program ini diharapkan mampu memberi dampak ekonomi yang lebih luas.
Sejak mulai beroperasi pada 2021, green house ini telah melalui beberapa kali masa tanam dengan hasil yang konsisten. Kualitas Melon Sultan yang dihasilkan dinilai memenuhi standar pasar modern. Selain dipasarkan di lingkungan sekitar, produk ini juga telah menjalin kemitraan dengan jaringan ritel modern, termasuk Superindo di Lampung dan sejumlah wilayah di Pulau Jawa.
Melon Sultan dikenal memiliki kualitas premium dengan karakter rasa yang manis, bentuk bulat, serta bobot ideal berkisar antara 1 hingga 1,5 kilogram. Nilai jualnya yang lebih tinggi dibanding melon konvensional sebanding dengan mutu yang dihasilkan.
Konsep penguatan ekonomi yang dikembangkan di Pesantren Raudlatul Aulia sejalan dengan pilar ekonomi yang dirancang Wizstren, yakni pengelolaan wakaf produktif. Hasil dari pengelolaan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung operasional pesantren sekaligus pengembangan sumber daya manusia.
Dalam praktiknya, santri turut dilibatkan dalam seluruh rangkaian proses budidaya. Pendekatan ini tidak hanya membangun kemandirian ekonomi, tetapi juga mendorong lahirnya santri yang kreatif dan inovatif. Program ini juga menjadi wadah pembelajaran bagi santri dan siswa sekolah menengah kejuruan, khususnya dari jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH).
Pimpinan pesantren berharap keberadaan green house Melon Sultan dapat menjadi inspirasi bagi pesantren lain. Model pertanian modern berbasis pesantren dinilai mampu menjadi solusi nyata dalam memperkuat ekonomi lembaga pendidikan keagamaan sekaligus membuka ruang pembelajaran bagi generasi muda yang tertarik pada sektor pertanian modern.
Penulis: Admin Wizstren
Tags:
Hebitren
WIZSTREN
Pesantren
Gerakan Ekonomi
Hebitren Lampung
Melon