BSI Siap Dukung Gerakan Ekonomi Pesantren yang Dikembangkan Hebitren


Penulis: Admin
25 Jan 2024
Bagikan:
By: Admin
25 Jan 2024
708 kali dilihat

Bagikan:

Jakarta, Wizstren.id — Program yang menjadi lokomotif dan dikedepankan bagi Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) adalah sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan, kehutan sosial, ketahanan pangan, energi terbarukan serta digitalisasi, termasuk digitalisasi keuangan.

Demikian diutarakan oleh Sekretaris Jenderal Hebitren Reza Pahlevi Bakhtiar di sela acara peresmian kantor baru Hebitren di Kalideres Jakarta Barat, pada Minggu (22/05/2022).

Reza menyampaikan, program yang telah berjalan adalah pertanian berbasis green house di Pesantren Al Ittifaq, Ciwidei, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pusat agronya, kata Reza, di pesantren tersebut.

“Ada 100 pesantren yang terlibat program ini. Pertanian ini full menggunakan teknologi, sehingga para santri yang hendak menanam, memberi pupuk atau menyiram tanaman, cukup dengan menggunakan jari jempol saja. Kegiatan pertanian berbasis teknologi ini tentu tidak mengganggu proses belajarnya,” ungkap Reza.

Bahkan, lanjutnya, pengembangan pertanian ini telah berkembang hingga ke Riau, Lampung, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Lampung.

Selanjutnya, untuk sektor peternakan jenis kambing domba telah dikembangkan di Malingping, Banten. “Obsesinya kita ingin berdaulat di bidang daging kambing,” kata Reza.

“Peternakan sapi juga telah dikembangkan di Maluku,” ujarnya.

Untuk sektor perikanan, Hibitren mengembangkan Ikan Haruan (Gabus) yang memengaruhi fluktuasi inflasi. Ikan yang populer di Kalimantan Selatan ini bisa mencapai Rp 150.000 per kilogram.

“Pesantren Wali Songo menemukan teknologi pemijahan dan dikembangkan. Bahkan Ikan haruan dan ikan patin ini diekspor ke Arab Saudi dan Australia,” tandasnya.

Kemudian di Lampung, lebih difokuskan ke pengolahan hasil produk pertanian dan perkebunan, termasuk kopi. Sedang di Muara Enim, Sumatera Selatan dikembangkan pertambangan batu bara. Sedang untuk di NTB dikembangkan produk madu hutan. Termasuk membuat dua pilot project wood pellet, pengganti batu bara, di Banten.

Reza menjelaskan, di bidang energi terbarukan, khususnya tenaga surya, tahun ini terdapat lima pesantren yang dijadikan sebagai pilot project pengembangan energi surya.

“Harapannya pesantren tersebut bisa menghemat pemakaian energi hingga 70 persen,” harapnya.

Rencananya, kata Reza, pesantren yang ditunjuk oleh pengurus DPP Hebitren ada di Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan.

Gerakan ekonomi yang tengah berjalan dan terus dikembangkan oleh Hebitren tersebut di atas rupanya mendapat dukungan dari Bank Syariah Indonesia (BSI).

Direktur Retail Banking BSI, Kokok Alun Akbar mengutarakan pihaknya siap untuk mendukung Hebitren yang memang fokus mengembangkan ekonomi pesantren.

“Apa yang dikembangkan Hebitren juga menjadi fokus BSI. Bentuk dukungannya ada beragam macam. Misalnya berupa model bisnis pengembangan ekonomi pesantren, baik pembiayaan maupun IT. Termasuk kartu santri dan lain semacamnya. Hal-hal tersebut yang bisa dikolaborasikan dengan Hebitren,” kata Kokok.

Saat ditanya terkait share profit, Kokok menyatakan, “Oh nggak, nggak. Kita (BSI) punya platform. Dan platform itu bisa digunakan oleh teman-teman Hebitren. Tinggal nanti bagaimana IT teman-teman Hebitren bisa kita connect-kan ke dalam IT BSI,” ucapnya.

“Paling nanti bentuk kolaborasinya adalah dana-dana yang terhimpun di Hebitren ini ditampung di rekening yang ada di BSI,” lanjut Kokok.

Saat ini, ujar Kokok, pihaknya sedang menyambungkan dengan IT di BSI. Namun secara individual pesantren, pihaknya telah banyak melakukan kerjasama.

“Ada 18.000 pesantren yang telah menjalin kerja sama dengan kami. Kerja samanya bermacam-macam, yaitu bidang pembiayaan, kartu santri, hingga transaksi dan penempatan dana, serta pengembangan ekosistem pondok pesantren itu sendiri, dan lain-lainnya,” pungkasnya.

Sumber: Portonews.com

Penulis: Admin
Tags: Hebitren Pesantren Sinergi Bank Syariah Indonesia Gerakan Ekonomi

Berita Lainnya

Mitra YaWIZSTREN