BIMTEK WIZSTREN Jakarta Perkuat Peran Pesantren sebagai Nazir Wakaf dan Penggerak Ekonomi Syariah


Penulis: Admin Wizstren
18 Feb 2026
Bagikan:
By: Admin Wizstren
18 Feb 2026
159 kali dilihat

Bagikan:

Jakarta Timur - 17 Februari 2026, Bimbingan Teknis (BIMTEK) WIZSTREN digelar di Pondok Pesantren Al-Khobir, Klender, Jakarta Timur, dengan dihadiri jajaran DEN WIZSTREN Indonesia, Sekretaris HEBTREN Jakarta, Sekretaris Badan Pelaksana BWI, serta Tim Eksekutif Wilayah Jakarta.

Eksekutif WIZSTREN Wilayah Jakarta, Dr. Solahuddin AR, M.A., dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut mampu memberikan penyegaran wawasan dan penguatan kapasitas pengurus pesantren. Ia menegaskan bahwa organisasi membutuhkan sistem yang kuat, tim yang solid, dan sumber daya manusia yang siap bekerja.

“Sebagai pengurus, kita harus mau bergerak. Organisasi membutuhkan sistem, tim, serta SDM yang mampu bekerja untuk kemajuan WIZSTREN. Semoga kegiatan ini dapat membantu perkembangan pesantren,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Nasional (DEN), Dr. Robert Edy, menjelaskan bahwa yang membedakan WIZSTREN dengan lembaga Zakat lain adalah WIZSTREN memiliki peran strategis dalam memfasilitasi pesantren sebagai nazir wakaf. WIZSTREN berfungsi sebagai konsolidator yang mengukuhkan potensi wakaf, baik skala mikro maupun makro, sehingga dapat menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.

“WIZSTREN mengkonsolidasikan wakaf-wakaf agar membentuk putaran ekonomi yang lebih besar dan berdampak luas bagi pesantren,” tegasnya .

Sementara itu, Ketua Yayasan WIZSTREN GSCB, Reza Fahlipi Bakhtiar, menekankan pentingnya peran pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai basis ekosistem dan sentra pemberdayaan ekonomi syariah. Ia menyebut instrumen wakaf produktif sebagai solusi konkret dalam upaya pengentasan kemiskinan dan kemandirian ekonomi pesantren.

Menurutnya, konsep wakaf bersifat abadi, di mana pokoknya tidak boleh hilang atau berkurang nilainya, dan manfaatnya harus terus mengalir. Untuk membangun kepercayaan publik, ia mengingatkan pentingnya prinsip 3K: katakan apa yang dilakukan, kerjakan apa yang dikatakan, dan komunikasikan dengan baik.

Gus Anas Nasikhin selaku Sekretaris Badan Pelaksana BWI, menegaskan bahwa Jakarta sebagai pusat peradaban memiliki peran strategis dalam pengembangan gerakan ini. “Jika bisa berjalan di Jakarta, Insyaa Allah akan bisa berjalan juga di daerah lain,” ujarnya.

Melalui BIMTEK ini, WIZSTREN berharap terbangun konsolidasi yang lebih kuat di antara pesantren, sekaligus mendorong percepatan pengembangan ekosistem ekonomi berbasis wakaf dan syariah di Ibu Kota.

Penulis: Admin Wizstren
Tags: WIZSTREN Pesantren BIMTEK Wizstren Jakarta

Berita Lainnya

Mitra Yayasan Wizstren