WIZSTREN Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Wakaf Produktif Melalui ToT Pertanian Berbasis Pesantren


Penulis: Admin Wizstren
03 Dec 2025
Bagikan:
By: Admin Wizstren
03 Dec 2025
65 kali dilihat

Bagikan:

Perwakilan WIZSTREN (Wakaf Infaq Zakat dan Sedekah Pesantren) dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan Training of Trainer (ToT) Optimisasi Aset Wakaf Pertanian Produktif Berbasis Pesantren yang diselenggarakan Unit Wakaf dan Dana Sosial IPB University bersama Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI). Kegiatan berlangsung pada Hari Jumat (28 November 2025) sampai hari Minggu (30 November 2025) yang menjadi momentum penting bagi WIZSTREN dalam memperkuat peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi syariah dan ketahanan pangan nasional.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh WIZSTREN dengan tujuan untuk:

  1. Meningkatkan kapasitas SDM pesantren dalam pengelolaan aset wakaf di sektor pertanian, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, hingga peternakan.
  2. Mendorong pemanfaatan lahan wakaf secara produktif dan berkelanjutan melalui adopsi teknologi dan inovasi pertanian dari IPB University.
  3. Mendukung stabilitas pangan dan harga komoditas, selaras dengan fungsi Bank Indonesia dalam menjaga inflasi melalui peningkatan produksi pertanian berbasis pesantren.

Kegiatan resmi dimulai pada Jumat, 28 November 2025 dengan penyelenggaraan malam keakraban dan sesi pembukaan di Millennium Hotel Sirih, Jakarta. Pada hari pertama ini, peserta WIZSTREN mendapatkan paparan terkait kerangka konseptual dan implementatif wakaf produktif sebagai landasan penting dalam optimalisasi aset pertanian di lingkungan pesantren. Suasana hangat dan antusiasme tinggi terlihat sejak awal acara, mencerminkan semangat peserta dalam memperkuat kapasitas kelembagaan masing-masing.

Memasuki hari kedua, peserta mendapat materi Training of Trainer secara intensif. Sesi pertama berfokus pada Pelatihan Pengelolaan Peternakan Sapi Pedaging yang disampaikan oleh Dosen Fakultas Peternakan IPB University, Edit Lesa Aditia, S.Pt., M.Sc. Kemudian dilanjuktkan dengan sesi kedua yang mengulas tentang Budidaya Komoditas Cabai, dipandu oleh Dr. Arya Widura Ritonga, S.Pt., M.Si. dari Departemen Agronomi Fakultas Pertanian IPB University.

Setelah sesi kelas selesai, peserta diajak berkunjung ke Museum IPB untuk mempelajari perjalanan sejarah dan kontribusi IPB University dalam membangun pertanian di Indonesia. Kunjungan ini memberi wawasan baru bagi peserta mengenai inovasi pertanian dan peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kapasitas SDM.

Puncak kegiatan ToT berlangsung pada hari Sabtu, 30 November 2025, dimana seluruh peserta WIZSTREN mengikuti praktik lapang di Kandang B Fakultas Peternakan IPB University. Peserta mempelajari secara langsung teknik pembuatan pakan sapi berupa silase dan konsentrat, serta memahami pola pemeliharaan sapi pedaging. Agenda kemudian dilanjutkan dengan praktik budidaya cabai, mulai dari identifikasi jenis-jenis cabai, teknik pemindahan bibit ke media tanam, hingga pengamatan langsung berbagai varietas cabai yang dibudidayakan di kebun cabai dosen IPB University. Kegiatan ini dipandu oleh Prof. Dr. Muhamad Syukur, SP., M.Si. dan Dr. Arya Widura Ritonga, S.P., M.Si., sehingga peserta benar-benar memperoleh pengalaman praktik yang aplikatif dan relevan.

Antusiasme peserta WIZSTREN sangat terlihat sepanjang rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan hingga penutupan. Hal ini terbukti dari hasil evaluasi, dimana nilai rata-rata peserta meningkat signifikan dari 52 menjadi di atas 80 setelah mengikuti seluruh rangkaian materi dan praktik. Pada saat malam penutupan, setiap peserta menerima sertifikat kelulusan ToT yang mendandakan keberhasilan dalam menyelesaikan program pelatihan dan kesiapan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di pesantren masing-masing.

Dalam kesempatan penutupan kegiatan, Dr. Robert Edy Sudarwan selaku Direktur Eksekutif DEN WIZSTREN menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program ini. “Program ToT ini sangat baik dan strategis karena membuka ruang besar bagi pesantren untuk tampil sebagai motor penggerak ekonomi umat. Potensi pesantren dalam mengelola wakaf produktif luar biasa besar dan harus terus kita optimalkan. Untuk itu, sinergi multipihak antara pesantren, perguruan tinggi, pemerintah, dan lembaga keuangan syariah harus dimaksimalkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Penulis: Admin Wizstren
Tags: WIZSTREN Tot

Berita Lainnya

Mitra Yayasan Wizstren