Wizstren Indonesia Gelar Bimtek Hybrid, Perkuat Pengelolaan Wakaf Produktif Pesantren Nusa Tenggara Barat


Penulis: Admin Wizstren
25 Feb 2026
Bagikan:
By: Admin Wizstren
25 Feb 2026
87 kali dilihat

Bagikan:

Nusa Tenggara Barat - Wizstren menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) secara hybrid pada Kamis, 12 Februari 2026 yang bertempat di Pondok Pesantren Thoha Nusa Tenggara Barat. Pimpinan Ketua DPW NTB, H. Sazali, Lc., MA, dan Ketua Hebitren NTB, Ust. H. Ahmad Dahlan, serta beberapa Manajer sangat antusias untuk menghadiri acara bimtek.

Ketua DPW Nusa Tenggara Barat, H. Sazali, Lc., MA, menyampaikan bahwa Wizstren Nusa Tenggara Barat telah menjalankan program wakaf produktif senilai Rp.300.000.000 yang bersumber dari pesantren. Program tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar lingkungan pesantren. Wakaf juga dihadirkan untuk mendukung kebutuhan masjid, madrasah, dan maqbara, disertai upaya edukasi guna membangun kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan wakaf produktif.

Dewan Eksekutif Nasional (DEN) Wizstren Indonesia, Dr. Robert Edy S. menegaskan bahwa prinsip filantropi Islam, termasuk wakaf dan dana abadi, menekankan pada penjagaan pokok harta dan pengaliran manfaat secara berkelanjutan. Wakaf produktif dinilai memerlukan pengelolaan yang profesional sebagai pembeda dengan lembaga lain. Ia juga menyampaikan bahwa praktik lembaga-lembaga global menunjukkan keberhasilan dalam menghimpun dana kecil secara kolektif hingga menjadi dana besar yang berkelanjutan.

Mewakili Direktur Program dan Dampak Sosial yang berhalangan hadir, turut disampaikan bahwa filosofi Nusa Tenggara Barat sebagai Bumi Gora menjadi landasan penguatan nilai keagamaan dan sosial dalam pengembangan wakaf. Adapun tujuan pembelajaran dalam Bimtek ini mencakup pemahaman fiqih wakaf, perancangan program, strategi pemasaran, hingga tahap eksekusi.

Direktur Tata Kelola, Dr. Khalillah, M.Pd., CWC., CPLA., menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan kolaborasi kelembagaan. DEW didorong untuk melakukan sosialisasi program ke pesantren-pesantren serta menjalin komunikasi dengan BAZNAS dan sekitar 19 pondok pesantren di Nusa Tenggara Barat. Selain itu, diperlukan pembukaan pola pikir pengelola pesantren terkait pengembangan wakaf produktif, penyelenggaraan seminar di pesantren, penyusunan Surat Keputusan sesuai arahan DEN, pembukaan rekening yayasan melalui Bank Syariah Indonesia (BSI), serta penyusunan program penghimpunan untuk dilaporkan kepada DEN.

Melalui Bimtek ini, Wizstren NTB menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem wakaf produktif berbasis pesantren yang profesional, akuntabel, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Barat.

Penulis: Admin Wizstren
Tags: WIZSTREN Pesantren BIMTEK Wizstren Nusa Tenggara Barat

Berita Lainnya

Mitra Yayasan Wizstren