Flores, 21 September 2026 — WIZSTREN melakukan asesmen dan pendampingan pemulihan masyarakat terdampak bencana di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, dengan fokus pada tiga kebutuhan strategis: pemulihan ekonomi, akses air bersih, dan penguatan pendidikan vokasi.
Kegiatan asesmen lapangan ini dilakukan langsung oleh Direktur Eksekutif WIZSTREN, Robert Edy Sudawan, selama lima hari sejak 19 September 2026, bersama relawan lokal di wilayah Flores.
Pertama, pemulihan ekonomi. Di wilayah Routing, Manggarai Timur, terdapat sekitar 12 hektare lahan produktif yang telah berjalan untuk pertanian jagung. WIZSTREN sedang mengkaji dukungan permodalan melalui skema Qardhul Hasan dan/atau Wakaf Produktif, agar sektor pertanian dapat berkembang sekaligus menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Kedua, kebutuhan air bersih. Masyarakat Golo Sepang, Manggarai Barat, menghadapi keterbatasan sumber air tawar, termasuk kondisi air sumur yang asin. WIZSTREN melakukan asesmen terhadap kebutuhan teknologi penyulingan/desalinasi air sebagai solusi jangka panjang agar masyarakat memiliki akses air bersih yang berkelanjutan.
Ketiga, penguatan sumber daya manusia. Masyarakat juga membutuhkan tenaga pendidik, khususnya di bidang pendidikan vokasi, untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas kerja masyarakat sehingga pemulihan tidak berhenti pada bantuan sosial.
“DEN WIZSTREN melakukan asesmen melalui pendekatan bantuan sosial sebagai pintu masuk. Dari asesmen ini, kami akan menggandeng berbagai pihak untuk terlibat dalam beberapa skema bantuan. Yang terpenting adalah bagaimana bantuan tersebut menjadi jalan menuju kemandirian masyarakat,” ujar Robert Edy Sudawan, Direktur Eksekutif WIZSTREN.
Sementara itu, GSCB. KH. Reza Fahlipi B., Ketua Dewan Pengurus WIZSTREN, memberikan arahan strategis kepada tim lapangan secara daring.
“Bantuan yang kami distribusikan mungkin belum sebesar lembaga lain yang telah lebih dahulu hadir. Namun kami meyakini, program yang berkelanjutan dan memiliki dampak terukur akan memberikan manfaat yang lebih panjang bagi masyarakat,” ujarnya.
WIZSTREN membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam ekosistemnya, termasuk donatur, lembaga filantropi, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan mitra strategis lainnya, untuk mendukung program recovery Flores.
Pendekatan WIZSTREN diarahkan pada prinsip “bukan sekadar membantu untuk bertahan, tetapi membantu masyarakat untuk kembali berdaya.”
Melalui skema wakaf produktif, bantuan sosial, penguatan ekonomi, penyediaan air bersih, dan pendidikan vokasi, WIZSTREN mendorong agar fase recovery menjadi momentum membangun kembali kehidupan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
WIZSTREN — Dari Pesantren untuk Indonesia.
Penulis: Admin Wizstren
Tags:
WIZSTREN
Kemanusiaan
gempaNTT